Ringkasan Cepat:
- Basarnas mengonfirmasi 114 dari 243 orang di KMP Virgo Transport 8 sudah ditemukan; 129 orang masih dicari.
- Kopaska TNI AL, Basarnas Special Group (BSG), dan KRI Canopus dikerahkan untuk operasi pencarian bawah air di perairan Masalembo, Laut Jawa.
- Menhub menegaskan penyebab kecelakaan akan diusut tuntas oleh KNKT, sementara arus laut masih menahan tim penyelam turun.
Banjarmasin, 14 September 2026 — Basarnas mengerahkan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL bersama Basarnas Special Group (BSG) untuk mencari 129 korban KMP Virgo Transport 8 yang belum ditemukan, dua hari setelah kapal itu terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, akibat cuaca buruk.
Mengapa Ini Penting?

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan kapal penumpang terbesar di jalur Surabaya–Banjarmasin tahun ini. Menurut data manifes yang dirilis Kementerian Perhubungan, KMP Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang — terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet — beserta 89 unit kendaraan saat berlayar dari Pelabuhan Surabaya menuju Banjarmasin. Sistem pemantauan Automatic Identification System milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (AIS-ITS) sempat merekam jejak terakhir kapal ini di Selat Madura sebelum hilang kontak. Bagi keluarga penumpang dan pengguna jalur logistik laut Jawa–Kalimantan, kejelasan nasib 129 orang yang belum ditemukan menjadi prioritas mendesak.
Kapal roro berbendera Indonesia berukuran 8.540 GT ini dinakhodai Arief Yunianto dan dioperasikan PT Virgo Karya Shipping. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin pertama kali menerima laporan hilang kontak sekitar pukul 04.10 WITA. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, melalui KSOP Kelas I Banjarmasin, langsung membuka posko krisis terpadu di Terminal Penumpang Bandarmasih, Pelabuhan Trisakti, untuk mengoordinasikan Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tenaga kesehatan, PT Pelindo, dan pihak keagenan kapal.
Reaksi dan Dampak

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa KRI Canopus milik TNI AL kini menjadi andalan dalam operasi bawah air. “Khusus untuk KRI Canopus, ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut,” ujarnya dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin (14/9/2026). Kapal itu dilengkapi drone bawah air yang akan diaktifkan begitu arus memungkinkan, sementara tim penyelam berkemampuan khusus masih dalam perjalanan menuju lokasi.
Kesaksian penumpang yang selamat menggambarkan betapa cepatnya kapal ini oleng. Ahmad Saudi, salah satu korban selamat, mengaku sempat tertidur sebelum diberi tahu kapal miring. “Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar,” katanya kepada awak media di Pelabuhan Trisakti.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut menyampaikan duka cita atas tragedi ini dan meminta publik tidak berspekulasi soal penyebab kecelakaan sebelum ada hasil resmi. Korban yang berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti selanjutnya dirujuk ke RSUD Ulin dan RS Bhayangkara Banjarmasin untuk penanganan medis lanjutan.
Kronologi Peristiwa

| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| Sabtu, 12/9/2026, 06.52 WIB | KMP Virgo Transport 8 bertolak dari Pelabuhan Surabaya menuju Banjarmasin | KSOP Kelas I Banjarmasin |
| Minggu, 13/9/2026, ±01.20 WITA | Kapal tiba-tiba miring ke kiri tanpa alarm di perairan Masalembo | Kesaksian penumpang, ANTARA |
| Minggu, 13/9/2026, 02.00 WITA | Kapal kehilangan kontak; posisi terakhir 4°31’51.82″S 114°2’6.88″E, ±80 mil laut dari Banjarmasin | KSOP Banjarmasin/Kemenhub |
| Minggu, 13/9/2026, 04.10 WITA | Laporan hilang kontak diterima Kantor SAR Kelas A Banjarmasin | Tribunnews |
| Minggu, 13/9/2026 (siang-sore) | Basarnas kerahkan 15 armada laut-udara (11 kapal, 1 helikopter, 3 pesawat); 107 selamat, 6 meninggal dievakuasi | ANTARA, Media Indonesia |
| Minggu, 13/9/2026 (sore) | Pantauan udara mendeteksi sekoci dan liferaft terombang-ambing; pencarian udara diperluas | maklumat.id |
| Senin, 14/9/2026 | Update: 114 dari 243 orang ditemukan (108 selamat, 6 meninggal); 129 masih dicari | ANTARA Jatim/Kalsel |
| Senin, 14/9/2026 | Basarnas kerahkan Kopaska TNI AL, BSG, dan KRI Canopus untuk operasi pencarian bawah air | ANTARA, VIVA, periskop.id |
Unsur SAR yang Dikerahkan

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) ini melibatkan gabungan unsur laut dan udara dari beberapa institusi. Di jalur laut, Basarnas mengerahkan KN SAR Laksmana dari SAR Banjarmasin yang lebih dulu tiba di lokasi, disusul KA Evinala dari Surabaya. Kapal-kapal niaga di sekitar lokasi turut membantu evakuasi tahap awal, di antaranya KMP Haida yang membawa puluhan penumpang selamat, TB Mau Au 9, dan TB TCP.
Di jalur udara, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyebutkan pesawat dari Skuadron 400 TNI Angkatan Laut Surabaya dikerahkan sejak pagi hari, didukung helikopter milik Polri. “Tadi pagi pesawat Basarnas kita kerahkan dari Skuadron 400 TNI Surabaya, kemudian didukung pesawat helikopter milik Polri,” ujarnya. Operasi ini juga diperkuat pesawat CN-235 TNI Angkatan Laut serta pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Basarnas Command Center dilaporkan mendeklarasikan status darurat kepada seluruh kapal di kawasan Laut Jawa agar unsur terdekat dapat memberi pertolongan pertama sebelum tim SAR utama tiba, mengikuti pedoman International Maritime Organization (IMO) untuk penanganan kecelakaan laut.
Investigasi dan Evaluasi Keselamatan

Soal penyebab kecelakaan, Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan proses investigasi sepenuhnya akan ditangani Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Proses tersebut akan dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai dengan kewenangannya,” katanya, seraya meminta semua pihak memberi ruang bagi KNKT bekerja secara profesional dan independen. Kepala Basarnas Mohammad Syafii pun menyatakan data korban yang beredar saat ini masih bersifat sementara, sementara faktor penyebab dan rekomendasi keselamatan baru bisa disampaikan setelah investigasi KNKT rampung.
Dudy menambahkan bahwa temuan KNKT nantinya akan menjadi dasar evaluasi standar keselamatan pelayaran nasional, agar insiden serupa dapat dicegah di masa depan. Ia juga mengapresiasi kerja sama Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tenaga kesehatan, operator kapal, dan Pelindo dalam operasi penyelamatan yang berlangsung sejak Minggu dini hari.
Apa Selanjutnya?

Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan terus memperluas cakupan pencarian, baik di permukaan maupun di bawah air, menyusul temuan sekoci dan liferaft yang mengindikasikan sebagian korban mungkin masih terapung di sekitar lokasi kejadian. Basarnas menyatakan operasi bawah air masih menunggu kondisi arus yang lebih aman sebelum menurunkan penyelam berkemampuan khusus, sementara personel BSG masih dalam perjalanan menuju Banjarmasin untuk memperkuat tim. Di sisi lain, Kementerian Perhubungan baru saja mengumumkan penambahan 309 rute transportasi perintis untuk memperkuat konektivitas laut dan udara — agenda yang kini mendapat sorotan lebih tajam menyusul insiden KMP Virgo Transport 8.