“Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu,” kata Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung.
shiftmediaid – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi akhirnya memperjelas status politiknya dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jokowi secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI ketika menghadiri Rapat Koordinasi Daerah DPD PSI Kota Bandung pada Sabtu (26/9/2026). Namun, ia menegaskan dirinya bukan baru bergabung saat acara tersebut, melainkan sudah tercatat sebagai anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.
Pengumuman tersebut sekaligus menjawab pertanyaan mengenai posisi politik Jokowi setelah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan. Di hadapan kader PSI, Jokowi bahkan memperlihatkan dan membacakan informasi yang terdapat pada kartu keanggotaannya. Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan agar tidak ada lagi keraguan mengenai statusnya sebagai bagian dari keluarga besar PSI.
Momen itu cukup menjadi spotlight karena selama beberapa waktu hubungan Jokowi dengan PSI memang terlihat semakin dekat. Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merupakan putra bungsu Jokowi, sementara mantan presiden dua periode itu juga hadir dalam sejumlah kegiatan dan konsolidasi partai. Kini status tersebut menjadi lebih clear setelah Jokowi sendiri mengungkap kepemilikan KTA PSI.
Jokowi mengumumkan status keanggotaannya ketika menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Bandung. Dalam forum tersebut, ia mengatakan seluruh jajaran partai mulai tingkat pusat hingga daerah perlu mengetahui bahwa dirinya sudah menjadi bagian dari PSI. Jokowi kemudian mengeluarkan KTA sebagai bukti keanggotaannya.
Menurut Jokowi, dirinya resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Artinya, ketika status tersebut diumumkan kepada publik pada September 2026, ia sebenarnya sudah hampir satu tahun tercatat sebagai anggota partai berlambang gajah itu. Fakta tersebut menjadi detail penting agar pengumuman di Bandung tidak dipahami sebagai tanggal awal Jokowi masuk PSI.
Setelah menunjukkan kartu tersebut, Jokowi meminta agar status politiknya tidak lagi dipertanyakan. Ia menegaskan dirinya sudah menjadi bagian dari keluarga besar PSI. Dengan pernyataan itu, hubungan Jokowi dan PSI yang sebelumnya kerap menjadi bahan pembicaraan kini memiliki konfirmasi langsung dari Jokowi sendiri.
Jokowi Ternyata Sudah Gabung PSI Sejak Oktober 2025

Tanggal 14 Oktober 2025 menjadi key date dalam pengumuman Jokowi. Meski KTA baru diperlihatkan kepada publik pada September 2026, Jokowi mengatakan status keanggotaannya telah dimulai sejak tanggal tersebut. Pernyataan itu juga dikonfirmasi dalam laporan ANTARA mengenai Rakorda PSI Kota Bandung.
Karena itu, istilah “Jokowi resmi gabung PSI” perlu diberikan konteks agar tidak misleading. Yang terjadi pada September 2026 adalah Jokowi secara terbuka mengonfirmasi statusnya dan menunjukkan KTA, bukan baru mendaftar sebagai anggota PSI pada hari tersebut. Ia menyebut sudah bergabung hampir satu tahun sebelumnya.
Jokowi mengatakan keterbukaan tersebut dilakukan karena masih banyak pihak yang tidak percaya dirinya sudah menjadi bagian dari PSI. Dengan menunjukkan kartu secara fisik, ia ingin mengakhiri keraguan maupun spekulasi mengenai afiliasi politiknya. Setelah KTA diperlihatkan, Jokowi menyatakan statusnya sudah jelas.
Konfirmasi tersebut juga mengubah konteks berbagai aktivitas Jokowi bersama PSI sebelumnya. Kehadirannya dalam sejumlah agenda partai kini dapat dilihat dengan informasi tambahan bahwa ia memang sudah memiliki status keanggotaan. Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali bahkan mengatakan perjalanan Jokowi melakukan konsolidasi bukan sekadar karena dukungan dari luar, tetapi karena ia merupakan kader PSI.
PSI Pastikan Jokowi Bakal Jadi Ketua Dewan Pembina

Tidak berhenti pada status sebagai anggota, PSI juga mengumumkan rencana memberikan posisi strategis kepada Jokowi. Ahmad Ali menyatakan Jokowi direncanakan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026. Pengukuhan disebut kemungkinan berlangsung bertepatan dengan Rapimnas dan hari ulang tahun PSI di Surabaya pada 16 November 2026.
Informasi ini perlu dibedakan antara status yang sudah berlaku dan agenda yang masih akan berlangsung. Per akhir September 2026, status Jokowi sebagai anggota PSI sudah dikonfirmasi melalui KTA yang ia tunjukkan. Sementara pengukuhannya sebagai Ketua Dewan Pembina merupakan agenda yang menurut Ahmad Ali akan dilakukan pada November.
Posisi Ketua Dewan Pembina akan memberikan konteks berbeda dibanding status anggota biasa. Namun, detail mengenai kewenangan maupun pembagian peran Jokowi dalam struktur PSI setelah pengukuhan perlu merujuk pada struktur organisasi dan keputusan resmi partai. Untuk sekarang, informasi yang sudah diumumkan adalah rencana pengukuhan tersebut.
Ahmad Ali juga mengaitkan status keanggotaan Jokowi dengan aktivitas konsolidasi yang dilakukannya. Menurut dia, aktivitas tersebut dilakukan dalam kapasitas Jokowi sebagai kader PSI. Pernyataan itu memberikan konteks lebih lanjut mengenai peran politik Jokowi setelah menunjukkan KTA secara terbuka.
Kaesang Pangarep Masih Jadi Ketua Umum PSI

Masuknya Jokowi ke PSI tentu tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Kaesang Pangarep. Putra bungsu Jokowi tersebut merupakan Ketua Umum PSI dan hadir ketika ayahnya menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung. Meski berada dalam partai yang sama, posisi organisasi keduanya berbeda.
Dalam acara di Bandung tersebut, Jokowi menjelaskan alasan dirinya dan Kaesang hadir berkaitan dengan perkembangan struktur organisasi PSI di Kota Bandung. Menurut Jokowi, kepengurusan DPC dan DPRt di wilayah tersebut telah selesai 100 persen. Ia kemudian memberikan arahan agar struktur yang sudah terbentuk tidak hanya ada secara administratif, tetapi benar-benar bekerja.
Jokowi mendorong kader membangun jaringan personal dengan berbagai kelompok masyarakat. Ia menyebut komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan perempuan sebagai bagian dari kelompok yang perlu dijangkau. Ia juga mendorong kader hadir dalam kegiatan sosial, kebudayaan, kerja bakti, dan aktivitas publik lainnya.
Arahan tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran Jokowi dalam Rakorda tidak hanya digunakan untuk mengumumkan status keanggotaannya. Ia juga memberikan arahan mengenai penguatan organisasi di tingkat akar rumput. PSI sendiri secara terbuka menyatakan penguatan struktur tersebut berkaitan dengan target partai menghadapi Pemilu 2029.
Jokowi Minta Struktur PSI Sampai Bawah Harus Bekerja
Salah satu pesan utama Jokowi kepada kader adalah memastikan struktur partai tidak hanya lengkap di atas kertas. Ia menekankan bahwa struktur organisasi harus hidup dan bekerja. Pesan tersebut diarahkan pada pengurus PSI yang tengah melakukan konsolidasi organisasi menjelang agenda politik berikutnya.
Jokowi juga menekankan pentingnya networking langsung dengan masyarakat. Menurutnya, partai membutuhkan dukungan rakyat sehingga kader perlu hadir dalam berbagai aktivitas masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan kerja organisasi di level lokal sebagai salah satu fokus arahannya kepada PSI.
PSI sendiri memiliki target untuk memperluas organisasinya hingga tingkat yang lebih rendah. Ketua DPD PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat mengatakan target mereka tidak berhenti di tingkat kelurahan, tetapi akan menjangkau RT dan RW. Kegiatan yang direncanakan antara lain pendidikan politik, kegiatan sosial, pelatihan, serta pertemuan dengan masyarakat.
Dengan begitu, announcement mengenai KTA Jokowi berlangsung di tengah agenda konsolidasi organisasi PSI. Status mantan presiden tersebut menjadi salah satu bagian dari Rakorda, sementara agenda partai tetap mencakup penguatan kepengurusan dan jaringan. PSI secara terbuka menghubungkan konsolidasi tersebut dengan Pemilu 2029.
PSI Sambut Bergabungnya Jokowi
Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana menyebut bergabungnya Jokowi sebagai momen penting bagi partainya. Ia menyampaikan optimisme PSI setelah status Jokowi sebagai bagian dari keluarga besar partai tersebut dikonfirmasi. Endang juga menghubungkan kehadiran Jokowi dengan target PSI menghadapi Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan target internal PSI, bukan ukuran independen mengenai hasil pemilu mendatang. Hasil Pemilu 2029 nantinya tetap bergantung pada pilihan pemilih serta berbagai dinamika politik sampai pemungutan suara berlangsung. Karena itu, klaim mengenai dampak elektoral Jokowi perlu dibedakan dari fakta keanggotaannya.
Yang sudah terkonfirmasi adalah Jokowi memang telah memiliki KTA PSI sejak Oktober 2025. Ia juga secara terbuka menyatakan dirinya merupakan bagian dari keluarga besar PSI. Selain itu, pengurus PSI mengumumkan rencana untuk mengukuhkannya sebagai Ketua Dewan Pembina pada November 2026.
Tiga fakta tersebut membuat hubungan Jokowi dengan PSI kini jauh lebih straightforward dibanding sebelumnya. Publik tidak lagi hanya melihat kedekatan melalui kehadiran di acara partai atau hubungan keluarga dengan Kaesang. Jokowi sendiri sudah menunjukkan bukti keanggotaannya kepada publik.
Status Politik Jokowi Kini Lebih Clear
Pengumuman di Bandung memberikan jawaban terhadap pertanyaan mengenai kendaraan politik Jokowi setelah tidak lagi bersama PDIP. Ia kini secara terbuka mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari PSI. Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan kader partai dan diperkuat dengan KTA.
Namun, penting untuk membedakan waktu pengumuman dan waktu mulai keanggotaan. Jokowi membuka status tersebut kepada publik pada 26 September 2026, tetapi tanggal yang tercantum sebagai awal keanggotaannya adalah 14 Oktober 2025. Dengan demikian, ia telah menjadi anggota PSI selama hampir satu tahun sebelum menunjukkan kartunya secara terbuka.
Pengumuman itu juga memberikan konteks terhadap aktivitas politik Jokowi sepanjang periode tersebut. Menurut Ahmad Ali, perjalanan konsolidasi Jokowi dilakukan karena statusnya sebagai kader partai, bukan sekadar figur eksternal yang memberikan endorsement. Itu merupakan penjelasan yang disampaikan PSI mengenai kapasitas Jokowi dalam berbagai aktivitas bersama partai.
Selanjutnya, perhatian akan mengarah pada rencana pengukuhan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina. Jika berlangsung sesuai pernyataan Ahmad Ali, agenda tersebut akan dilaksanakan pada 16 November 2026 di Surabaya. Sampai pengukuhan berlangsung, penyebutan yang paling presisi adalah Jokowi telah menjadi anggota atau kader PSI dan direncanakan menjadi Ketua Dewan Pembina.
Respons PDIP dan Golkar soal Jokowi Gabung PSI
Pengumuman Jokowi turut mendapat respons dari partai politik lain. Tempo melaporkan elite PDIP dan Golkar memberikan tanggapan berbeda setelah Jokowi menunjukkan KTA PSI. Respons dari partai lain menjadi bagian dari dinamika politik setelah status Jokowi tidak lagi berada pada level spekulasi.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, misalnya, mengatakan dirinya tidak ingin mempersoalkan klaim mengenai keberadaan Jokowi di PSI. Sementara sejumlah pernyataan dari internal PSI menempatkan bergabungnya Jokowi sebagai momentum penting untuk konsolidasi partai. Perbedaan respons tersebut mencerminkan posisi masing-masing pihak terhadap perkembangan terbaru ini.
Meski demikian, masuknya Jokowi ke PSI tidak dengan sendirinya memberikan gambaran mengenai bagaimana konstelasi Pemilu 2029 akan terbentuk. Masih terdapat rentang waktu panjang sebelum pemilu dan konfigurasi partai maupun pencalonan dapat berkembang. Karena itu, dampak politik jangka panjang dari keputusan Jokowi masih harus dilihat berdasarkan perkembangan berikutnya.
Yang dapat dipastikan untuk saat ini adalah status keanggotaan tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh Jokowi. Ini membedakan situasi terkini dari berbagai rumor atau interpretasi sebelumnya. Bukti yang ditunjukkan juga spesifik, yakni KTA dengan tanggal keanggotaan 14 Oktober 2025.
Sebelum pengumuman tersebut, kedekatan Jokowi dan PSI sudah terlihat melalui berbagai aktivitas politik. Hubungan itu semakin mendapat perhatian karena Kaesang Pangarep memimpin PSI. Namun, kedekatan personal dan kehadiran di kegiatan politik tentu berbeda dengan status keanggotaan formal.
KTA yang diperlihatkan Jokowi akhirnya menghilangkan ambiguity tersebut. Ia tidak hanya menyatakan dukungan atau kedekatan, tetapi mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari keluarga besar PSI. Bahkan, ia secara eksplisit meminta agar tidak ada lagi pihak yang meragukan status tersebut.
Pengurus PSI kemudian memberikan layer tambahan dengan mengungkap rencana penempatan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina. Jika rencana itu terealisasi, keterlibatannya akan masuk ke dalam struktur strategis partai. Agenda pengukuhan disebut akan dilakukan bertepatan dengan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.
Untuk sekarang, status tersebut masih perlu ditulis secara presisi: Jokowi adalah anggota PSI sejak Oktober 2025 dan baru mengumumkannya secara terbuka pada September 2026. Sementara jabatan Ketua Dewan Pembina merupakan posisi yang menurut pengurus PSI baru akan dikukuhkan pada November. Pemisahan dua fakta tersebut penting agar timeline tidak tercampur.
Jokowi Resmi Jadi Kader PSI, Babak Politik Baru Dimulai
Pengumuman Jokowi menjadi perkembangan penting dalam perjalanan politik Presiden ke-7 RI tersebut setelah menyelesaikan dua periode pemerintahan. Ia kini secara terbuka memiliki afiliasi dengan PSI, partai yang dipimpin putranya, Kaesang Pangarep. KTA yang diperlihatkan di Bandung menjadi konfirmasi langsung mengenai status tersebut.
Namun, publik juga perlu memahami timeline secara utuh. Jokowi tidak baru mendaftarkan diri ketika menghadiri Rakorda pada 26 September 2026. Berdasarkan keterangannya sendiri, keanggotaan tersebut sudah berlaku sejak 14 Oktober 2025.
Next move yang sudah diumumkan PSI adalah pengukuhan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina pada November 2026. Sampai agenda tersebut benar-benar berlangsung, status yang sudah confirmed adalah Jokowi merupakan anggota atau kader PSI. Sementara berbagai klaim mengenai pengaruhnya terhadap kekuatan elektoral PSI merupakan pandangan politik masing-masing pihak dan baru dapat diuji melalui perkembangan serta hasil pemilu mendatang.
Dengan menunjukkan KTA secara terbuka, Jokowi setidaknya sudah memberikan jawaban terhadap satu pertanyaan yang cukup lama beredar: ke mana arah afiliasi politiknya setelah PDIP. Jawabannya kini clear—Jokowi menyatakan sudah menjadi keluarga besar PSI sejak Oktober 2025. Pengumuman kepada publik memang baru dilakukan hampir setahun kemudian, tetapi kartu keanggotaannya menunjukkan perjalanan tersebut ternyata sudah dimulai lebih awal.
Referensi
- ANTARA News Jawa Barat, “Pamer KTA PSI di Bandung, Jokowi Tegaskan Masuk Sejak Oktober 2025,” 26 September 2026.
- ANTARA News, “Pamer KTA di Bandung, Jokowi Tegaskan Masuk PSI Sejak Oktober 2025,” 26 September 2026.
- ANTARA News, “Jokowi Dipastikan Jadi Ketua Dewan Pembina PSI November 2026,” 26 September 2026.
- detikNews, “Jokowi Pamer KTA PSI di Bandung, Gabung Sejak Oktober 2025,” 27 September 2026.
- Tirto.id, “Jokowi Tegaskan Masuk PSI Sejak Oktober 2025 dan Pamer KTA,” 26 September 2026.
- Tempo, “Respons Golkar dan PDIP soal Jokowi Umumkan Gabung PSI,” 28 September 2026.